Hari itu dimana Prisya yang duduk di bangku kuliah di salah satu Universitas di daerahnya, merasa bimbang pulang atau tidak, masalahnya hari itu aku akan ada Ujian Akhir Semester yang bertepatan malamnya adalah malam pergantian tahun dari 2013 ke 2014. Prisya masih merasa dia tidak bisa pulang karena masalahnya ujian belum dimulai dan hari itu ada dua mata kuliah yang akan diujiankan dan mata kuliah hari itu adalah mata kuliah bersyarat dimana kalau dia sampai tidak mengikuti mata kuliah tersebut maka dia tidak bisa kontrak mata kuliah yang selanjutnya. Karena mata kuliah yang selanjutnya bisa dikontrak apabila mata kuliah yang sebelumnya lulus.
Beberapa menit kemudian tiba-tiba beberapa dosen terlihat membawa amplop yang berwarna coklat, yang bertanda bahwa ujian akan segera dimulai,
“cepat masuk ujian akan segera dimulai, cepat cepat atur posisi ujian…” Kata dosen yang kebetulan akan mengawas di kelas Prisya.
Setelah semua mahasiswa yang sekelas dengan Prisya sudah siap ujian, dosen pun membagikan kertas ujian yang akan diujiankan…
Dosen mengatakan bahwa ujian ini waktunya 120 menit dan sebelum memulai ujian keting ditunjuk untuk memimpin doa sebelum memulai ujian…
Ujian akhirnya dimulai… penjagaanya ketak sehingga Prisya dan kawan-kawannya tidak bisa saling tukar jawaban, “supaya wisudanya barengan nggak ada yang wisuda lebih dulu ataupun sendiri-sendiri” prinsip orang-orang yang ada dalam kelas Prisya…
Hehehehe, keren yah itu baru namanya teman, Masuk bareng-bareng yah keluar pun yah barengan lah, masa iya sendiri-sendiri… Nggak kompak namanya, heheheheh,
Tiba-tiba dosen mengatakan “waktu tinggal 20 menit lagi”,
Wah Prisya yang tadinya melamuan tiba-tiba menjadi repot sendiri karena ujiannya masih 1 nomor lagi essay yang belum selesai,
“Sist, nomor 3 essay apa jawabannya donk?” bisiknya pada salah satu sahabat dekatnya,
“Aku hanya ngarang jawabannya Sist, udah karang aja yang pening ada yang nyangkut walau dikit deengan pertanyaanya” kata sahabat Prisya..
Prisya pun melanjutkan mengisi jawabanya dengan mengingat penjelasan dosen pengajar tentang materi tersebut
“Waktunya sudah selesai, silahkan keluar lembar jawaban sama soal diletakkan di atas tempat duduk kalian saja, ayo cepat keluar” kata dosen jaga.
Semua mahasiswa keluar kelas dengan meninggalkan lembar jawaban sama soal di atas tempat duduk mereka masing-masing,
Setelah dosen jaga keluar, dosen tersebut mengatakan bahwa ujian yang kedua akan dimulai 15 menit lagi…
Prisya dan kawan-kawanya kaget dan kelas berubah menjadi ribut karena mendengar bahwa ujian akan dimulai dalam waktu 15 menit lagi…
“wah, nggak salah tuh, ujian baru kelar langsung lanjut lagi”
“udah belajar ngak lo?”
“aku haus nee, siapa yang punya air?”
Pokonya dalam kelas udah ribut banget…
Tiba-tiba handphone Prisya bergetar karena dia takut nantinya kalau ujian handphonenya bunyi,
Prisya membuka SMS yang masuk. Ternyata SMS yang masuk SMS dari keponakannya (anak dari sepupunya).
(Prisya, lo ngak balik? Disini ramai lo)
Prisya yang waktu itu ingin pulang langsung merespon SMS yang dikirim oleh keponakannya tersebut,
(pengen banget pulang, tapi masalahnya udah jam segini angkot udah ngak ada, gimana donk?)
(kalau kak mau pulang naik aja barengan sama papaku, papaku juga kebetulan mau) kata Un
(oh iya beneran?) prisya tampak semangat. Kebetulan ayahnya Un adalah kak sepupu Prisya…
Prisya langsung menanyakan pada sepupunya (anak dari saudaranya ibunya Prisya) kalau dia beneran pulang. Ternyata setelah dikonfirmasi ternyata kakak sepupunya beneran akan pulang,
Prisya tambah semangat sore itu,
“Sist, kenapa lo, senyam-senyum sendiri” kata sahabatnya Prisya..
Sahabat-sahabatnya Prisya memang sangat care banget karena di dalam kelas tersebut ngak ada yang cowok… masa iya ada cowok di jurusan khususnya cewek, hehehehe,
“nggak kenapa-kenapa kok”
“Ah masa sih, ngak ada apa-apa tapi kenapa senyam-senyum sendiri,”
Sahabat Prisya yang lain bilang “pasti dia diajakin cowok malam tahun baruan bareng, hehehehehe,”
“Cowok siapa yang mau ajakin Prisya jalan, dia kan ngak punya pacar”
“apaan sih kalian, bukan cowok kali” Prisya membantah sahabanya
“Hehehehe, Prisya itu kan ngak punya pacar, anak kecil belum bisa pacaran, anak kecil tu kalau malam tahun baruan di kamar aja, pulang ngampus mandi, sholat, belajar trus tidur, nggak boleh anak kecil keluar malam sampai larut”
“hahahahaha” sahabat-sahabatnya menertawakan Prisya
Tiba-tiba kelas sebelah mengatakan kalau ujian akan segera dimulai.
Kelas yang tadinya ribut kini menjadi sunyi seperti tak berpenghuni,
Prisya dan sahabat-sahabatnya kini diam tanpa ada seorang pun yang menertawakan Prisya, yang ada hanya senyuman yang terlihat dari bibir mereka
“sudah siap ujian?” tanya dosen yang mengawas di kelas Prisya saat itu
“siap bu” kata seluruh mahasiswa yang ada di kelas tersebut
Lembar ujian dibagikan dosen dibantu oleh Ketua tingkat..
“waktunya 1 jam dari sekarang ya” kata dosen lagi
Prisya terihat semangat mengerjakan soal-soalnya, setelah waktu berjalan sudah 45 menit, Prisya telah lebih dulu kelar ujiannya.. tapi Prisya tidak langsung mengantar lembar jawabannya karena teman-temannya belum ada yang selesai
Waktu ujian pun selesai… semua mahasiswa keluar kelas dengan meletakkan lembar ujian di atas tempat duduk mereka, Prisya yang sudah selesai langsung beranjak keluar kelas karena terburu-buru mau pulang,
Prisya tak lupa pamitan pada sahabatnya,
“Sist, aku balik dulu yah, SELAMAT TAHUN BARU,”
Prisya langsung beranjak pulang kosnya, sesampai di kosnya Prisya mendapat telfon dari sepupunya kalau sebentar lagi akan berangkat,
Prisya sudah langsung mengganti seragamnya dengan pakaian biasa, tidak lama kemudian Prisya dijemput oleh sepupunya dengan mobil kemudian mereka pun pergi
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lebih tersebut, akhirnya Prisya sampai di rumahnya, sesampai di rumah Prisya menemui ibu dan kakak iparnya sedang membuat Kue yang akan dibawa ke pantai besoknya, karena bertepatan dengan acara ritual yang menjadi adat dari daerah Prisya yang biasa dilaksanakan pada hari Rabu minggu ketiga di bulan Syafar dengan tahun baru 2014. Sebenarnya Prisya pulang bukan karena ingin rayain tahun baru di kampung halaman akan tetapi karena ingin melihat keluarganya terutama kedua orangtuanya. Prisya berkata bahwa bila libur kali ini tidak biasa pulang maka dia sudah tidak ada waktu lagi untuk menjenguk kedua orangtuanya. Karena dengan beberapa alasan yang ada. Salah satu alasannya yaitu minggu ini dia ada jadwal Ujian Akhir Semester yang kemudian akan dilanjutkan lagi denga Ujian OSCA yang menjadi syarat mahasiswa dapat mengikuti Praktek Klinik, setelah OSCA kemudian langsung turun dinas, jadi prisya berfikir bahwa ini adalah salah satu kesempatan untuk pulang, dan karena udah hampir 3 bulan lebih belum pulang dan melihat wajah orangtua.
Malam itu Prisya langsung mengatakan bahwa dia akan pulang besok sore karena dia harus belajar berhubung pada tanggal 2 akan ada ujian lagi. Dia bilang bahwa dia akan pulang bersama dengan temannya besok,
Tiba-tiba SMS masuk ternyata itu adalah SMS dari keponakannya
“kak, sudah sampai di rumah?”
“udah, kenapa”
“kak kita jalan yuk, mau nggak?”
“okok, tapi jemput kak nanti jam 10an yah, soalnya masih cape nee,”
“ok kakakku yang cantik” kata keponakannya
Prisya yang kebetulan belum makan langsung nanya kalau ada makanan “mam, ada makanan?”
“ada, liat aja di lemari. Ada ikan sama sayur juga tuh” kata mama prisya
Prisya yang kebetulan sudah lapar banget langsung ngambil makanan dan makan. Setelah makan tibaa-tiba keponakannya mengiriminya SMS lagi.
“kak, udah jam 10 tu, gimana udah mau jalan?”
“ok ok, kakak ganti baju dulu ya, soalnya kayaknya dingin banget udaranya, atau gini aja kau datang ke rumah aja, kakak kan ganti baju doank ngak lama kali ganti baju doank,”
“ok ok, aku udah mau kesana nee”
Setelah selesai ganti baju tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah. Hmmmp ternyata yang ngetuk pintu rumanhya adalah keponakannya sendiri.
Prisya langsung pamaitan pada ibunya
“mam, aku jalan dulu ya,”
“kau mau jalan sama siapa Pris?”
“ini nih sama Un,”
“oh, hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebutan banyak kendaraan apalagi pergantian tahun baru kayak gini, pulangnya jangan lama ya,”
“Sip mam, habis pelepasan aku pulang kok mam”
Dia dan keponakannya langsung beranjak dari rumah…
“kak, ke rumah bentar ya, soalnya mau ngantarin rantangan teman. Tadi aku dikasih Mie soto sama mamnya temanku”
“ok lah,”
Setelah tiba di rumah keponakanya tersebut Prisya melihat adik kecil dari keponakannya sedang duduk bermain bersama ayahnya,
“halo anak kecil” sapa Prisya pada keponakan kecilnya tersebut, keponakannya itu namanya Syafira tapi Prisya biasa panggil dia dengan sebutan anak kecil karena Syafira masih kecil,
“kenapa anak kecil sudah jam segini belum tidur”
“biasa mau nungguin malam pergantian tahun lah, masa hanya kak Pris yang mau liat malam pergantian tahun,” kata mamanya (istri kak sepupu dari Prisya)
“anak kecil itu seharusnya udah tidur jam segini, bukan anaknya yang mau liat malam pergantian tahun jangan-jangan mamanya sama ayah yang mau liat, mana tau anak kecil tentang malam pergantian tahun, Xixixixixix” kata Prisya
“hahahhaha, kak Pris tau aja,”
Tak lama kemudian kami pun beranjak dari rumah mengantar rantangan di rumah temannya keponakannya. Setelah selesai mengaantar rantangan tersebut, kami langsung beranjak pergi ke pusat acara dimana saat itu ada acara dipusatkan pada satu tempat yaitu di lapangan kecamatan…
Sesampai disana kami hanya duduk-duduk sambil nungguin pergantian tahun yang pada dasarnya banyak kembang api yang mengawali pergantian tahun tersebut, keren banget
Setelah pelepasan tahun tiba Prisya menucapkan permohonannya dalam hati tentang hal-hal yang ia ingin raih di tahun 2014 ini,
Setelah beberapa menit berlalu, prisya dan keponakannya langsung meninggalkan lapangan karena kalau menunggu acara selesai kayaknya sudah macet banget. Prisya dan keponakannya langsung beranjak dari tempat acara langsung pulang karena Prisya udah ngantuk banget.
Sesampai di rumah, Prisya langsung tidur karena matanya sudah ngak kuat lagi untuk dibuka. Prisya pun tertidur tanpa mencuci wajahnya dan kaki, jangankan cuci kaki, baju pun udah ngak diganti sama dia.
Prisya yang lagi tidur terbangun dengan sinar mentaari pagi,
“Pri bangun udah pagi tu. Katanya mau pergi mandi di pantai sebelum banyak yang mandi,” kata ibunya
“iya mam,”
Prisya bangun dan langsung mencuci wajahnya yang sedari tadi malam belum dia cuci, prisya ngajak kakak iparnya pergi mandi bareng tapi kaknya belum mau karena masih terlalu pagi. Padahal jam udah setengah 7 lo, tapi masih dingin air lautnya lo,
Dia langsung mengambil motor dan berangkat ke pantai bersama dengan sepupu perempuannya. Jarak dari rumah ke pantai sekitar 3 km sih, sesampai di pantai ternyata udah banyak yang lagi mandi lo,
Mandi Safar itu adalah salah satu ritual di daerah Prisya, Mandi Safar itu bukan hanya mandi saja akan tapi mandinya itu dipertemuan antara air tawar sama air laut dan mandinya pun ada doanya,
Setelah selesai mandi Prisya dan sepupunyaa tersebut langsung pulang ke rumah mau ganti baju kemudian pulang lagi ke pantai soalnya acaranya belum dimulai,
“Pris lo mau balik lagi?” kata sepupunya pris
“iya, tapi bentar soalnya mau ganti baju dulu lah,”
“ya iyalah ganti baju masa iya lo ngak ganti baju, heheheh”
“hahahahaha”
Setelah ganti baju prisya langsung pergi lagi, tapi kali ini dia pergi sama kak iparnya dan anak kaknya,
Sampai di pantai dia langsung ke tenda yang sengaja dibuat untuk istrahat, di tenda tersebut ternyata banyak banget orangnya, tapi tetap dia masuk dan duduk di tenda tersebut. Masalahnya orang yang ada di tenda semuanya tante, sepupu, sama tetangga-teangga doank.
Sejam udah berlalu, prisya udah merasa lapar dan dia pun langsung pergi makan, kebetulan udah lama ngak makan bubur Manado, jaddi pesan makan bubur Manado,
“Mba, pesan bubur Manado 1 ya,”
“iya-iya tunggu bentar ya”
“iya mba”
Ternyata yang makan di tempat itu ada tantenya Prisya, tantenya yang baru saja lihat dia langsung bilang
“makan aja nanti tante yang bayarin, kamu baru datang atau?”
“beneran ni tan?”
“iya makan aja, kamukan jarang pulang kesini jadi dibeliin”
“wah asyik nih”
“kamu sampai jam berapa?”
“aku sampai tadi malam sekitar jam stengah 9”
“pulangnya sama siapa kemari”
“sama kakak sepupu”
“oh, trus pulangnya kapan?”
“pulangnya sebentar tapi agak sorean gitu”
Beberapa saat pesanan udah sampai, dia langsung memakannya dengan menambahkan kecap sama sambal dikit, tiba-tiba dia melihat kakak keduanya.
“kak, liat mama ngak?”
“tadi ada tapi sekarang ngak liat”
Eh tiba-tiba mamanya datang dengan menanyakan kalau dia mau pulang kapan,
“Pris, kau pulangnya jam berapa?”
“aku pulannya sorean gitu”
“kau mau pulang sama siapa?”
“aku mau pulang sama teman, kenapa mam”
“kamu pulangnya sekarang aja sama kakak, kebetulan kakak mau pergi kesana ada urusan sekarang”
“aku maunya sorean pulang, soalnya panas banget mataharinya mam”
Tiba-tiba mamanya pergi ke tenda yang dimana ada keponakan sama kakak iparnya Pris. Setelah kembali mamanya marah entah apa yang membuat mamanya marah. Pris yang saat itu baru makan 2 sendok langsung kaget dengan suara mamanya yang marah-marah di tengaah orang banyak sambil marahin Pris yang sedang makan. Pris yang saat itu meraasa malu hanya bisa nangis tanpa melanjutkan makannya. Kemudian kakaknya yang berada di sebelah datang dan menanyakan kenapa.
“kenapa kau belum mau pulang”
“aku mau pulang tapi pulangnya sorean dikit soaalnya sekarang juga kan baru jam 10, masa iya aku pulang jam sepuluh matahari panas banget” kata pris
“kau banyak ngomong ya, pulang skarang ke rumah, mama laporin kau sama kak kalau kau tidak mau diantarin sama dia. Kau hanya mau pulang dengan orang lain.” Kata mamnya dengan suara keras
Tiba-tiba datang kakak keduanya
“ada apa ini, kenapa marah-marah”
“ini prisya tidak mau pulang dengan kamu, dia maunya pulang dengan orang lain” kata mamanya
“bukan gitu kak, akunya mau pulang dengan kakak tapi sebentar soalnya matahari panas banget” kata pris
“ah kau banyak-banyak bicara disitu” kata mamanya
Kemudian mamanya pergi meninggalkan prisya, kakaknya yang tidak terima adiknya dimarahi di banyak orang kesal dan berteriak
“HUUUUU,”
Pris yang merasa malu langsung beranjak meninggalkan kantin dan langsung menuju ke tenda, di tenda pris lansung nangis melihat kakaknya yang tiba-tiba muncul,
“jangan dengerin kaata mama, biarkan mama ngomong apa, kita pulangnya nanti sore aja”
Pris yang sensitif yang cepat menitikan air mata tersebut langsung lemas dan nangis sama sepupunya untuk diantarin pulang ke rumah,
“Mat, antarin aku pulang,” sambil jongkok dan nangis, Pris yang tidak bisa dikasihani, seperti itu langsung menangis,
“mat, antarin dia pulang,” kata kakaknya mat
Mat pun langsung mengatar pris pulang ke rumah, tanpa disadari ternyata kak kedua pris mengikuti mereka dari belakang, pris nangis terus selama di perjaalanan tanpa suara apa pun,
Sesampai di rumah pris langsung ganti bajunya dengan celana jeans, karena dia hanya pakai celana olahraga ke pantai tadi. Kakaknya memanggilnya
“Pris,”
“ya,”
“jangan dengarin kata-kata mama, mama memang gitu suka marah-marah”
Dia hanya biasa nangis, dia kecewa ternyata harapanya pulang tidak diinginkan,
“mereka selalu telfon kau kapan pulang, kenapa yang lain pulang kau tidak pulang, mengapa setelah aku pulang mereka membuat hatiku sakit,”
“aku ngak marah sama kalian aku hanya ngak nyangka saja kenapa setelah aku pulang kalian malah bikin aku seperti ini,”
Dia yang larut dalam kesedihannya kini memutuskan untuk pulang tanpa memikirkan hal-hal lain.
“pris, kau mau pulang skarang?”
“iya, kak”
“ok kita balik skarang. Udah biarin mereka, kakak juga belum mau pulang, kak mau semingguan di sini baru pulang”
Pris yang saat itu sangat terpukul tanpa berfikir panjang pamitan atau apalah pada kedua orangtuanya. Dia hanya memberitahu kak iparnya kalau dia udah mau brangkat pulang. Mereka kakak beradik langsung pulang tanpa pamitan, tanpa bawa uang satu sen pun… karena kakaknya yang tidak punya uang untuk beli bensin, maka kakaknya terpaksa pinjam uang sama tantenya.
Selama di perjalanan mamanya menelfon tapi pris tidak sempat angkat karena dia tidak ingin dimarahi mamanya lagi, selama di perjalanan dia nagis sampai matanya merah, sesampai di kosannya, kakaknya langsung pamitan pulang tapi kakaknya belum langsung pulang karena kecewa dengan sikap mamanya yang marah-marah ngak jelas pada pris.
Hari itu pris ngurung diri di dalam kamar nagis, meratapi nasibnya, dia nagis seharian penuh sampai matanya bengkak, dia langsung tertidur tanpa makan. Tiba-tiba dia terbangun pada jam setengah 1 pagi ternyata mamanya menelfon dia.
Sehari telah berlalu, mamanya sudah nggak pernah nelfon lagi samapai sekarang,
“mam kangen, aku ingin dengerin suara kalian, aku kagen omelan-omelan kalian, tapi aku sakit waktu kalian marahin aku di hadapan banyak orang, aku malu banget.”
“tapi aku yakin kau pasti menyesal udah marah-marahin aku,”